Isu agama merupakan salah satu ranah yang paling sensitif bila dibahas dan bahkan bisa melebar sampai penistaan. Tak ayal, bila banyak orang yang lebih berhati-hati dalam membahas sesuatu yang berhubungan dengan agama tertentu, Namun, tidak sedikit beberapa figur piblik di Indonesia yang berulah menguhubungkan soal agama. Beberapa orang itu hingga dituduh melakukan penistaan agama lantaran kelakuannya. Bahkan, tak jarang dari mereka yang sampai dipidanakan lantaran pertanyaannya yang kontroversi. Mereka juga langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beberapa orang itu hingga dituduh melakukan penistaan agama, lantaran kelakuannya. Bahkan, tak jarang dari mereka yang sampai dipidanakan lantaran pernyatannya yang kontroversi. Mereka juga langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kasus ini terjadi pada salah satu pengusaha sekaligus politikus keturunan Tionghoa-Indonesia bernama Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M atau lebih dikenal dengan panggilan Ahok. Beliau merupakan Gubernur DKI Jakarta ke-15, Wakil Gubernur DKI Jakarta ke-12, dan Bupati Belitung Timur ke-1. Tidak hanya itu, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina sejak 25 November 2019.
Kejadian bermula ketika beliau melakukan pidato kontroversial di Pulau Pramuka, Kepualauan Seribu pada Sepember 2016 yang dengan cepat menyebar melalui kanal Youtube Pemprov DKI dan media sosial. Pernyataan Ahok bahwa orang Indonesia tidak boleh dibohongi oleh orang-orang yang menggunakan surah Al-Ma'idah (5):51 supaya tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin mereka seketika menimbulkan kontroversi luas terutama bagi kalangan masyarakat Muslim di Indonesia. Pernyataan kontroversial ini melatarbelakangi dua aksi protes massa besar-besaran terhadap Ahok yakni Aksi 4 November dan Aksi 2 Desember (212) 2016 untuk menuntut penahanannya atas tuduhan menista dan menghujat al-Qur'an. Istilah "penista agama" pun menjadi populer sejak kasus ini menjadi viral di publik.
Dalam kunjungan resmi ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Ahok memberikan pidato kepada para nelayan dan penduduk lokal lainnya tentang perincian programnya sebagai gubernur. Tanpa diduga, dia membuat pernyataan yang menghubungkan pengembangan programnya dengan pemilihan gubernur yang akan datang apabila dia tidak dapat terpilih sebagai gubernur untuk periode kedua. Untuk lebih jelasnya, tonton video di bawah ini.
Dari kasus ini, perlu adanya etika komunikasi yang mana etika komunikasi itu sendiri adalah gagasan moral, gagasan penyampaian pikiran dan isi hati, sehingga ketika ingin kita sampaikan kepada orang lain dibutuhkan etika kesopanan, adab bicara yang baik, yang bisa mudah dipahami tapi tidak menyinggung perasaan orang lain. Beberapa etika komunikasi yang perlu diperhatikan Ahok ialah cara beliau berpidato dengan melecehkan, merendahkan agama, menistakan kepercayaan orang, dan mengandung unsur yang melecehkan kepercayaan agama islam, yang mana akibatnya orang islam menuntutnya. Seharusnya, gunakan kata-kata atau pembahasan yang tidak membawa hal-hal yang berkaitan dengan suatu kaum atau komunitas serta perlu adanya sikap saling menghargai dan meghormati antar sesama.

